Pages

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 30 November 2013

Aku Meruqyah Anakku ( Kisah Nyata )

Pada sekitar bulan Oktober 1996 saya baru mengontrak rumah di Perumnas III Bekasi Timur, dimana rumah tersebut sebelumnya lama kosong dan yang punya pun bukan orang non muslim.

Ada kejadian yang mungkin ingin saya sharing, yaitu setiap masuk waktu maghrib anak saya yang baru berumur 4 bulan selalu menangis. "Kenapa ya dek ?" saya bertanya kepada isteriku. "Iya kenapa ya? padahal sudah kenyang minum ASI, dan sedang tidur, tetapi kalau masuk maghrib kenapa tiba-tiba menangis?" Akhirnya saya mencari tahu dengan membaca buku “SIHIR DAN GANGGUUAN JIN DAN PENGOBATANNYA SECARA ISLAMI” karya Syaikh WAHID ABDUSSALAM BALI diterbitkan oleh Robbani Press, akhirnya saya mulai mengetahui bahwa anak saya diganggu jin....


Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda:

“Bila hari telah senja laranglah anak-anak keluar rumah, karena ketika itu setan berkeliaran. Dan bila sudah masuk sebagian waktu malam maka biarkanlah mereka. Tutuplah pintu & sebut nama Allah, karena setan tak dapat membuka pintu yang tertutup (dengan menyebut nama Allah). Tutup semua kendi kalian dgn menyebut nama Allah & tutuplah bejana kalian dgn menyebut nama Allah, sekalipun dgn membentangkan sesuatu di atasnya, & padamkan lentera kalian (ketika hendak tidur).” (HR. Al-Bukhari no. 5623 & Muslim no. 3756).

Akhirnya saya melarang isteri saya keluar rumah dengan anakku bila menjelang maghrib, dan bila masuk rumah baca doa dan waktu menutup baca nama Allah (basmalah).

Setelah itu anak saya masih juga menangis bila masuk maghrib, berarti memang di rumah sudah ada jin yang mengganggu. Akhirnya bila waktu maghrib masuk, isteri saya suruh membacakan Al Quran di dekat bayinya dan saya shlat di masjid. Dan bila saya pulang, isteri saya berhenti baca Al Quran anakku menangis lagi dengan keras, akhirnya saya membacakan Al Quran juga saat isteriku shalat maghrib, dan anakku tidurny tidak menangis, tapi tenang.

Setelah beberapa hari kemudian, setelah saya pulang shalat maghrib, sesampai di rumah isteri saya ketakutan karena bayinya menangis dengan suara orang dewas dan keras. Isteri saya mengajak untuk mencari orang pinter. Saya tidak mau, apa gunanya kita berdoa setiap shalat membaca "IYYAAKA NA'BUDU WA IYYAAKA NASTA'IIN" (HANYA KEPADAMU AKU MENYEMBAH DAN HANYA KEPADAMU AKU MINTA PERTOLONGAN).

Karena saya sudah membaca buku ruqyah di atas, saya mencoba menerapi sendiri. Isteri saya suruh berwudlu dan harus menutup aurat, gambar-gambar di rumah harus di tutup biar malaikat mau masuk ke rumah kita, karena pertolongan Allah memalui malaikat. Tetangga yang berdatangan hanya boleh masuk yang memakai kerudung atau menutup aurat.

Saya memulai dengan membaca ta'awudz (memohon perlindungan kepada Allah dari syaithan), kemudian membaca surat AL FATIHAH, saya berusaha membaca dengan penuh penghayatan setiap makna ayat yang dibaca... anak saya tetap menangis dengan suara tangisan orang dewasa.

Saya melanjutkan membaca surat AL BAQARAH ayat 1-5... dan anak saya tetap menangis dengan suara tangisan orang dewasa.

Dilanjutkan membaca AYAT KURSI dan dua ayat sesudahnya... anak saya menangis dengan suara tangisan orang dewasa semakin keras..

Selanjutnya saya membacakan 3 ayat terakhir dari surat AL BAQARAH (ayat 284-286) anak saya tetap menangi dengan suara tangisan orang dewasa..

Kemudian saya membaca surat AL IKHALASH X3, setelah itu meniupkan ke kedua tangan saya dan saya usapkan ke anak saya dari kepala sampai ke ujung kaki... anak saya yang berumur 4 bulan menjerit ...dengan mata melotot dan suara yang keluar adalah suara orang dewasa...

Saya lanjutkan membaca surat AL AL FALAQ X3, setelah itu meniupkan ke kedua tangan saya dan saya usapkan ke anak saya dari kepala sampai ke ujung kaki... anak saya menjerit LEBIH KERAS...dengan mata melotot dan suara yang keluar adalah suara orang dewasa...

Subhanallah... saat itu saya takjub dengan bacaan Al Quran...dan saya semakin yakin dan membaca surat AL ANNAAS X3, setelah itu meniupkan ke kedua tangan saya dan saya usapkan ke anak saya dari kepala ...BEGITU MENYENTUH KEPALA anak saya memberontak dan menjerit dengan jeritan orang dewasa... saya lanjutkan diusapkan ke dada, perut, paha dan jeritannya semakin keras... dan sampai ke ujung kaki... tiba-tiba anak saya berhenti menjerit seperti radio dengan volume penuh dan tiba-tiba dimatikan powernya.... anak saya BERUBAH dengan DRASTIS.... dari melotot matanya dan berteriak kencang dengan suara orang dewasa... tiba-tiba setelah usapan tangan saya di ujung kaki, anak saya sedang tertidur dengan pulas, ditepuk-tepuk pipinya juga tidak bangun.

Sahabat Hikmah...

Ternyata yang menjerit itu adalah jin yang mengganggu anak saya yang sedang tidur. Begitu mudahnya Allah mendatangkan malaikatnya pada saat dibacakan Al Quran.

Tubuh saya bergetar, mata saya menangis... subhanallah... saya saat itu baru saja merasakan dan semakin meyakini bahwa yang saya baca barusan memang bukan tulisann manusia, dan saya semakin yakin dengan Al Quran adalah wahyu Allah, dan Al Quran dapat mendatangkan malaikat untuk melawan jin dan syaithan.

Rasulullah Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda: "Tidaklah sekali-kali sebuah kaum duduk dengan berdzikir kepada Allah kecuali mereka akan dikelilingi malaikat dan akan disirami rahmat dan akan turun kepada mereka ketenangan. Allah akan menyebutkan tentang mereka pada malaikat yang ada di sisi-Nya” (HR. Muslim)

Setelah kejadian itu saya memberanikan diri menolong tetangga yang mendapat gangguan jin. Saya meniru syaikh wahid Abdussalam Baali dalam meruqyah adalah dengan mendakwahi jin dan orang mendengarkannya, dengan dibacakan ayat-ayat Al Quran, dan saya menganjurkan orang yang terkena gangguan jin untuk membaca wirid-wirid yang diajarkan oleh Rasulullah, seperti wirid Al Ma'tsurat yang disusun oleh Syaikh Hasan Al Banna pada waktu pagi dan petang. Karena syaithan akan datang lagi bila kita tidak memagarinya dengan bacaan-bacaan Al Quran.

Saya menghimbau agar jangan meminta tolong kepada dukun atau orang pintar yang mereka meminta tolong kepada jin . Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh berkata, “Para ulama telah sepakat bahwa tidak boleh isti’adzah (meminta perlindungan) kepada selain Allah.” (Fathul Majid, hlm. 146, penerbit : Dar Ibni Hazm).

Allah Ta’ala memberitakan perbuatan orang-orang jahiliyah itu di dalam firman-Nya,

“Dan bahwasannya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa (ketakutan).” (QS. Al-Jin: 6).

Dalam Shahih Muslim disebutkan :

“Barangsiapa mendatangi dukun maka tidak akan diterima shalatnya selama 40 hari.”

Ciri-ciri Dukun atau Penyihir

Berikut ini beberapa ciri dukun, sehingga dengan mengetahui ciri-ciri tersebut, hendaknya kita berhati-hati bila kita dapati ciri-ciri tersebut ada pada seseorang walaupun dia mengaku hanya sebagai tukang pijat bahkan kyai. Di antara ciri tersebut :

1. Bertanya kepada yang sakit tentang namanya, nama ibunya, atau semacamnya.

2. Meminta bekas-bekas si sakit baik pakaian, sorban, sapu tangan, kaos, celana, atau sejenisnya dari sesuatu yang biasa dipakai si sakit. Atau bisa juga meminta fotonya.

3. Terkadang meminta hewan dengan sifat tertentu untuk disembelih tanpa menyebut nama Allah l, atau dalam rangka diambil darahnya untuk kemudian dilumurkan pada tempat yang sakit pada pasiennya, atau untuk dibuang di tempat kosong.

4. Menulis jampi-jampi dan mantra-mantra yang memuat kesyirikan.

5. Membaca mantra atau jampi-jampi yang tidak jelas.

6. Memberikan kepada si sakit kain, kertas, atau sejenisnya, dan bergariskan kotak. Di dalamnya terdapat pula huruf-huruf dan nomor-nomor.

7. Memerintahkan si sakit untuk menjauh dari manusia beberapa saat tertentu di sebuah tempat yang gelap yang tidak dimasuki sinar matahari.

8. Meminta si sakit untuk tidak menyentuh air sebatas waktu tertentu, biasanya selama 40 hari.

9. Memberikan kepada si sakit sesuatu untuk ditanam dalam tanah.

10. Memberikan kepada si sakit sesuatu untuk dibakar dan mengasapi dirinya dengannya.

11. Terkadang mengabarkan kepada si sakit tentang namanya, asal daerahnya, dan problem yang menyebabkan dia datang, padahal belum diberitahu oleh si sakit.

12. Menuliskan untuk si sakit huruf-huruf yang terputus-putus baik di kertas atau mangkok putih, lalu menyuruh si sakit untuk meleburnya dengan air lantas meminumnya.

13. Terkadang menampakkan suatu penghinaan kepada agama misal menyobek tulisan-tulisan ayat Al-Qur’an atau menggunakannya pada sesuatu yang hina.

14. Mayoritas waktunya untuk menyendiri dan menjauh dari orang-orang, karena dia lebih sering bersepi bersama setannya yang membantunya dalam praktik perdukunan. (Kaifa Tatakhallas minas Sihr)

Ini sekadar beberapa ciri dan bukan terbatas pada ini saja. Dengannya, seseorang dapat mengetahui bahwa orang tersebut adalah dukun atau penyihir, apapun nama dan julukannya walaupun terkadang berbalut label-label keagamaan semacam kyai atau ustadz.

Wallahu a'lam bishshawab, semoga bermanfaat

Kamis, 28 November 2013

Dosa Meninggalkan Shalat 5 waktu (Fardhu)

Shalat Fardhu atau shalat 5 waktu itu hukumnya wajib untuk umat muslim atau beragama islam oleh karna itu kita sebagai hambanya jangan pernah meninggalkan perintahnya, dan jauhi laranganya.

Berikut dosa bila meningalkan shalat fardhu :

1. Shalat Subuh :
satu kali meninggalkan akan dimasukkan ke dalam neraka selama 30 tahun yang sama dengan 60.000 tahun di dunia.

2. Shalat Dzuhur :
satu kali meninggalkan dosanya sama dengan membunuh 1.000 orang umat islam.

3. Shalat Ashar :
satu kali meninggalkan dosanya sama dengan menutup/ meruntuhkan ka’bah.

4. Shalat Maghrib :
satu kali meninggalkan dosanya sama dengan berzina dengan orangtua.

5. Shalat Isya :
satu kali meninggalkan tidak akan di ridhoi Allah SWT tinggal di bumi atau di bawah langit serta makan dan minum dari nikmatnya.

6 Siksa di Dunia Orang yang Meninggalkan Shalat Fardhu :
1. Allah SWT mengurangi keberkatan umurnya.
2. Allah SWT akan mempersulit rezekinya.
3. Allah SWT akan menghilangkan tanda/cahaya sholeh dari raut wajahnya.
4. Orang yang meninggalkan sholat tidak mempunyai tempat di dalam islam.
5. Amal kebaikan yang pernah dilakukannya tidak mendapatkan pahala dari Allah SWT.
6. Allah tidak akan mengabulkan do'anya.

3 Siksa Orang yang Meninggalkan Sholat Fardhu Ketika Menghadapi Sakratul Maut :
1. Orang yang meninggalkan sholat akan menghadapi sakratul maut dalam keadaan hina.
2. Meninggal dalam keadaan yang sangat lapar.
3. Meninggal dalam keadaan yang sangat haus.

3 Siksa Orang yang Meninggalkan Sholat Fardhu di Dalam Kubur :
1. Allah SWT akan menyempitkan kuburannya sesempit sempitnya.
2. Orang yang meninggalkan sholat kuburannya akan sangat gelap.
3. Disiksa sampai hari kiamat tiba.

3 Siksa Orang yang Meninggalkan Sholat Fardhu Ketika Bertemu Allah :
1. Orang yang meninggalkan sholat di hari kiamat akan dibelenggu oleh malaikat.
2. Allah SWT tidak akan memandangnya dengan kasih sayang.
3. Allah SWT tidak akan mengampunkan dosa-dosanya dan akan di azab sangat pedih di neraka.

Mengenai balasan bagi orang yang meninggalkan Sholat Fardu:
"Rasulullah SAW, diperlihatkan pada suatu kaum yang membenturkan kepala mereka pada batu, Setiap kali benturan itu menyebabkan kepala pecah, kemudian ia kembali kepada keadaan semula dan mereka tidak terus berhenti melakukannya.

Lalu Rasulullah bertanya:
"Siapakah ini wahai Jibril"?

Jibril menjawab:
"Mereka ini orang yang berat kepalanya untuk menunaikan Sholat fardhu". (Hadits Riwayat
Tabrani, sanad shahih).
 
Semoga Bermanfaat.

Inilah Slogan yang menyesatkan Muslim

Memang sangat benar sekali bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani itu selama-lamanya tidak akan rela dan ridho kepada kita selaku orang Islam, sampai benar-benar kita mengikuti millah mereka. Tapi yakinlah wahai ikhwah, Islamlah yang nantinya akan menang. Mereka orang-orang yahudi dan Nasrani kelak akan binasa karena keangkuhan dan kesesatannya.


“ Ya Allah berilah kami petunjuk menuju jalan orang-orang yang Engkau Ridhai (Islam), bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai (Yahudi), bukan pula jalan mereka yang sesat (Nasrani)”.

Dan ternyata perbedaan-berbedaan yang terjadi antara agama Islam dengan agama Kafir (non Islam) hingga saat ini bukan saja permasalahan dalam keyakinan dan kepercayaan semata saja. Akan tetapi lebih dari itu, dari semboyan maupun motto kehidupanpun kita dihadapkan kepada ideologi-ideologi orang-orang kafir, materialistis, liberal, dkk yang telah menyebar luas menjadi darah daging dalam kehidupan kita.

Dibawah ini ada beberapa slogan atau semboyan yang terjadi antara Kafir (K) dan Muslim (M)
------------------
K: Karena kita hidup hanya sekali
M: Karena kita hidup dua kali

K: The time is MONEY
M: Waktu bagaikan PEDANG, jika kita tidak menebasnya, maka engkau akan ditebas olehnya

K: Apalah arti sebuah nama...
M: Nama adalah sebuah doa.

K : Dewi fortuna belum memihak kepada kita
M : Allah lah yang mengatur dan mengatur segalanya.
---------------------------------------------------

Akhi dan Ukhtie

1. Hidup kita bukanlah hanya didunia semata, masih ada akhirat yang lebih kekal dan abadi. oleh karenanya, mari kita bekali kehidupan didunia ini dengan beramal, beribadah, berbakti demi bekal kita dikehidupan yang akan datang kelak.
Buka artikel sebelumnya: Karna kita hidup dua kali

2. Demi waktu manusia itu dalam kerugian.....dst (al 'asr). Sungguh merugi bagi mereka yang hanya disibukkan dengan mengejar dunia dan isinya. padahal itu semuanya akan sirna. Namun kita selaku orang Muslim, seharusnya menggunakannya untuk selalu beribadah dan beramal karena-NYA

3. Nama itu menunjukkan orang yang diberi nama, jikalah kita punya nama 'pak korupsi' lantas apakah bangga kita dengan sebutan atau panggilan itu? Nama adalah doa, abdullah, abdurrahman, muhammad, dll adalah nama yang mengandung arti yang sangat baik..
so how about your name??

4. Dalam islam haram hukumnya menyekutukan Allah SWT karena itu adalah perbuatan syirik. Dewa ataupun Dewi adalah sebuah nama sesembahan bagi kaum kafir, dan ini tentunya bukan dan tidak termasuk ajaran Islam yang hanya mengEsakan Allah SWT. Jadi kenapa umat islam mau-maunya dibodohi dengan slogan dewi fortuna (dewa perempuan yg memberi keberuntungan), padahal semua takdir itu HANYA Allah SWT yang menentukan?

Dan tentunya masih banyak sekali slogan atau semboyan-semboyan lainnya yang belum sempat kita tulis di artikel solusi islam com, yang pada dasarnya adalah alat untuk merusak dan menggerogoti aqidah kita selaku umat Islam. Nauzubillah…

Smoga bermanfaat. Silahkan sebar artikel ini.

Ditulis oleh: Ust Abu Syauqie Al Mujaddid (Dewan Pembina Solusi Islam)

Andai Aku Punya Pacar

Andai aku punya pacar…

Tapi, sayangnya aku tak punya pacar…

Coba kalau aku punya pacar…

Sungguh indah rasanya dunia ini. Ada orang yang selalu memperhatikanku. Tiap hari ditanya kabar: udah bangun belum? (di saat pagi), lagi sibuk apa sekarang? Udah makan? (di saat siang), udah bobo’ belum, say? (di saat malam). Ooh…senang rasanya hati.
  



Andai aku punya pacar…
Tapi, sayangnya aku tak punya pacar…

Coba kalau aku punya pacar…

Ada yang bisa diajak jalan berdua. Bergandengan tangan. Boncengan berdua. Bersandingan di kendaraan. Keliling kota. Nonton bareng. Mesra. Seolah dunia milik berdua. Orang-orang lain cuman ngontrak. Ngekost. 

Ada tempat buat curhat. Tempat berkeluh kesah. Tempat berbagi cerita saat pusing dengan kuliah. Bisa juga dimintai saran-saran, kasih semangat saat malas belajar. Ada motivator ulung dengan bahasa-bahasa gombal, namun menyejukkan hati. Dengan gaya tutur kata yang puitis, seolah semua kesusahan dunia hilang sirna.



Andai aku punya pacar…

Tapi, sayangnya aku tak punya pacar…

Coba kalau aku punya pacar…

Ada yang ngingetin juga supaya rajin ibadah. Ada motivasi buat banyak lebih beramal. Bahkan di tengah malam yang dingin pun, aku akan terbangun jika di-misscalled untuk bangun Shalat Tahajud. Ooh…indahnya malam dengan rentetan do’a yang terselip namanya. Sedap rasanya ibadah.



Andai aku punya pacar…

Tapi, sayangnya aku tak punya pacar…

Coba kalau aku punya pacar…

Aku pasti dianggap orang yang paling spesial di mata dia. Paling didengar. Dan akupun akan senantiasa siap sedia. Selalu ada waktu spesial. Untuk jalan-jalan, mendengarkan curhatnya, meladeni celotehannya, dan…asyik deh pokoknya. Dengan berbagai keindahan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Saking indahnya. Cinta…



Andai aku punya pacar…

Tapi, sayangnya aku tak punya pacar…

Coba kalau aku punya pacar…

Aku mungkin akan menjadi orang yang dzalim karena aku tidak bisa fokus meladeni SMS-nya. Saat dia mengajakku jalan, aku tak rela bilang: “maaf say, aku lagi rapat nih. Masih ada agenda lain. Jadi, kita nontonnya lain kali aja ya?”

Aku tidak punya waktu banyak untuk memperhatikan tingkah lakunya tiap saat. Aku harus mengerjakan banyak kerjaan. Banyak amanah yang harus aku tunaikan. Kasian sekali pacarku.



Andai aku punya pacar…

Tapi, untungnya aku tak punya pacar…

Coba kalau aku punya pacar…

Akan banyak waktu produktifku terbuang begitu saja. Tidak mendatangkan banyak manfaat. Waktu 24 jam yang kumiliki habis hanya untuk satu orang. Ooh…sayangnya. Padahal, waktu berhargaku akan jauh lebih baik jika dipergunakan untuk kemaslahatan orang banyak. Menjalankan serangkaian agenda untuk hajat hidup orang banyak. Menyebarkan banyak kebaikan, menebarkan banyak energi positif, membuat orang lain menyunggingkan senyum terbaikanya. Banyak orang. Bukan satu orang yang dispesialkan. Bahkan, aku akan bisa memotivasi orang untuk juga berbuat baik. Dan kebaikan itu jadi berantai… menular ke banyak orang. Sekali lagi, tidak hanya untuk satu orang yang kuanggap spesial.



Andai aku punya pacar…

Tapi, untungnya aku tak punya pacar…

Coba kalau aku punya pacar…

Wah…aku akan takut ibadahku tidak ikhlas. Saat mau shalat di sajadah ada wajah dia yang elok. Dan jadi semangatpun, karena dia juga. Mau baca Qur’an seolah wajahnya menari-nari di antara ayat demi ayat yang kulantunkan. Mau tahajud, cuman gara-gara dia yang ngebangunin. Padahal, aku ingin niat ibadahku murni. Hanya untuk-Nya (dengan ‘N’ besar). Bukan karenanya.



Andai aku punya pacar…

Tapi, untungnya aku tak punya pacar…

Coba kalau aku punya pacar…

Aku akan kehilangan banyak kesempatan menikmati indahnya perjuangan menjalani hidup yang penuh dengan banyak pelajaran. Penuh dengan indahnya rasa pengabdian, dedikasi, kontribusi. Aku akan luput dari orang-orang yang berada dalam kesibukan yang bermanfaat. Teralihkan hanya untuk kepentingan satu orang…

Sayang, maafkan aku. Bukannya aku tak mau menjadi kekasihmu. Aku takut akan dzalim kepadamu… Karena aku telah berjanji untuk mewakafkan diriku untuk kepentingan orang banyak. Bukan untukmu seorang…



Andai aku punya pacar…

Tapi, untungnya aku tak punya pacar…

Dan memang semoga aku benar-benar beruntung….

Oleh: Yasir Arafat

Cara dan Kiat Mudah Sholat Khusyu’

Cara dan Kiat Mudah Sholat Khusyu’
 
Dalam shalat, kita dituntut untuk mendirikannya dengan khusyu’. Sebab dengan khusyu dalam shalat, amal ibadah kita akan diterima oleh Allah SWT, terhapus dosa-dosa kita, dan segala perilaku dan ucapan kita terjaga dari kemungkaran dan kefasikan.

Khusyu' juga menjadi bukti keikhlasan. Karena hanya mereka yang ikhlas ibadah karena Allah dan sholat karenaNya yang dapat melakukan khusyu' secara sempurna. Tanpa keikhlasan, maka seseorang hanya melakukan kekhusyu'an palsu atau yang sering disebut kekhusyu'an dusta.
Baca artikel sebelumnya tentang Nikmatnya Shalat Khusu'


Lalu bagaimana caranya agar mudah khusyu dalam shalat?

Pertama: Menghadirkan Hati.

Menghadirkan hati maksudnya adalah disaat kita sedang sholat maka saat itu sedang bermunajat, sedang berdiri berhadapan langsung dengan Sang Maha Kuasa, berdialog tanpa batas apapun. Maka dalam keadaan seperti itu yakinlah bahwa Allah sedang melihat, memperhatikan dan mengawasi gerak-gerik sholat kita. Benarkah sholat kita, dengan bacaan yang benar atau penuh dengan kesalahan dan lain sebagainya.

Maka alangkah bodohnya kita, jika kita sedang berhadapan langsung seperti itu, kita tidak merasa takut, atau bergetar dengan keberadaanNya dihadapan kita.

Kedua: Anggap saat itu adalah sholat yang terakhir.

Agar semakin khusyu’ anggaplah bahwa sholat tersebut sholat yang terakhir kali kita lakukan, karena bisa jadi usai shalat Allah mencabut nyawa kita. atau bayangkan, disaat kita sedang mengambil wudhu tiba-tiba datang malaikat maut menghampiri kita dan mengabarkan kita, bahwa usai sholat nanti dia akan mencabut nyawa kita. Subhanallah… bagaimanaka shalat kita saat itu? Shalat dengan penuh kekhusyuan atau shalat dengan main-main? Tentu kita akan sholat dengan sekhusyu’-khusyu’nya.

Ketiga: Tuma’ninah dan tidak tergesa-gesa dalam shalat.

Tuma’ninah atau keadaan tenang dan juga tidak tergesa-gesa juga merupakan cara agar shalat kita khusyu’. Sebab dengan ketenangan kita akan bisa focus dengan bacaan dan juga gerakan dalam shalat. Oleh karena itu, sebelum kita bertakbir memulai shalat, lebih dulu kita tinggalkan segala perkara duniawi, bisa jadi disaat kita sedang shalat, namun kita tergesar-gesa karena memikirkan masalah dunia (masakan, makanan, hp facebook dll) yang bisa merusak kekhusyukan kita dalam shalat.

Keempat: Tadabbur ayat-ayat  dan dzikir-dzikir yang dibaca dalam shalat

Cara keempat ini sangat penting untuk kita latih dan diterapkan saat shalat. Karena dengan mentadabburi ayat dan dzikir yang kita baca, maka kita akan semakin mudah untuk menggapai kekhusyuan dalam shalat. Banyak sekali orang yang hafal bacaan sholat, namun sangat sedikit sekali yang faham dan mengerti bacaan tersebut.

Silahkan menghafal bacaan shalat, tapi lebih baiknya lagi kita mampu meresapi maknanya. Sehingga pemahaman makna akan menambah ketenangan jiwa dan akan memberi dampak baik disaat sedang shalat atau disaat kita membaca surat lainnya dalam al Quran.

Kelima: Tartil dan memperbagus suara dalam membaca Al Quran.

Allah SWT memerintahkan kita untuk tartil disaat membaca Al Quran, terlebih lagi bacaan tersebut kita baca diwaktu shalat. Begitu juga kita dianjurkan untuk memperindah suara kita agar imam maupun makmum dalam shalat jamaah bisa tenang dan akhirnya mendapatkan kekhusyuan. Sebaliknya, jika kita tergesa dalam membaca atau tidak tartil, dari segi suara bacaan juga ‘disayangkan’. Maka hal tersebut tidak membuat kita khusyu’ namun malah mengganggu dalam shalat.

Keenam: Arahkan pandangan hanya ditempat sujud, dan tidak memalingkan kelainnya

Janganlah kita mengarahkan pandangan kita selain ke tempat sujud, sebab hal tersebut akan mengganggu kekhusyukan kita dalam shalat. Bahkan terdapat larangan dalam hadits untuk melihat ke atas disaat kita shalat, begitu juga memalingkan seluruh atau sebagian badan kita karena bisa membatalkan shalat kita, lantaran telah merubah qiblat disaat sedang shalat.

Ketujuh: Hindari segala hal yang bisa menyibukkan saat sedang shalat.

Seperti penggunaan alat-alat elektronik (handphone, tv, , penggunaan pakaian yang kurang pas, serta hal-hal lainnya yang bisa mengganggu kita dalam shalat. Maka hal-hal tersebut harus kita hindari agar shalat kita senantiasa terjaga dan tidak merusak kekhusyukan disaat sedang shalat.

Demikianlah beberapa kiat dan cara agar kita mudah khusyu dalam shalat. Dengan menerapkan kiat-kiat diatas, kami berharap semoga shalat kita senantiasa memberi pengaruh yang baik dalam kehidupan kita sehari-hari.

Nikmatnya Khusyu dalam Shalat.

Nikmatnya Khusyu dalam Shalat.
 
Sholat adalah ibadah yang paling utama dalam Islam, Shalat merupakan tiangnya agama, sehingga dalam salah satu haditsnya Rasulullah menyerukan bahwa perbedaan yang jelas antara orang yang biasa disebut Mukmin dengan orang yang disebut Kafir adalah sholat. Jadi siapapun orangnya, jika dia tidak mendirikan shalat dengan kesengajaannya maka kafirlah dia.


Salah satu dari keutamaan sholat, bahwasanya sholat itu dapat mencegah diri kita dari perbuatan-perbuatan yang fasik dan munkar. Seperti yang telah Allah Firmankan dalam Al Quran:

إن الصلاة تنهى عن الفحشاء و المنكر
“Sesungguhanya sholat itu bisa mencegah dari perbuatan fasik dan munkar”. (QS:

Namun kenyataanya tidak sedikit orang yang mengaku muslim, dan dia juga sholat tapi sikap dan perilakunya tidak berbeda dengan orang yang tidak sholat, bahkan lebih parah dariorang kafir. Mereka mencuri, membunuh dan yang tidak asing lagi adalah korupsi. Lalu kenapa sholat tidak memberi efek terhadap perilakunya? Siapa yang salah? Apakah sholatnya yang salah?

Sholatnya tidak salah, akan tetapi bagaimana caranya dia sholat yang perlu kita perhatikan, Orang-orang yang sholat dengan khusyu’, maka shalatnya akan memberi pengaruh besar dalam kehidupannya. Shalat khusyu’ akan memberi dampak positif dalam segala perilakunya. Hingga dengan demikian, shalat khusyu’ tersebut akan menjaganya dari segala perbuatan yang diharamkan dalam agama.

Dalam hadist lain Rasulullah s.a.w. bersabda:"Barang siapa berwudlu dan memperbaiki wudlunya kemudian ia sholat dua rakaat, ia konsentrasikan hati dan wajahnya (dan tidak diganggu oleh nafsunya), maka ia akan diampuni dosanya yang telah telah lewat. (H.R. Bukhari).

Dan Allah SWT telah menerangkan dalam Al Quran:

قد أفلح المؤمنون# الذين هم في صلاتهم خاشعون#
Sungguh beruntung orang-orang yang beriman. (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya. (QS. Al-Mukminuun ayat 1 dan 2).

Ibnu Katsir mengatakan: khusyu' adalah tidak bergerak, tenang, penuh tawadlu' karena disebabkan takut kepada Allah dan perasaan diawasi Allah. Khusyu' adalah sadarnya hati seakan berdiri di depat Allah dengan penuh penghormatan, pengabdian. (al-Madarij 1/520).

Tempat khusyu' adalah di dalam hari dan membekas ke seluruh tubuh manusia. Kalau hati sudah tidak khusyu' maka seluruh anggota tubuh tidak lagi beribadah secara serius karena hati ibarat komandonya dan anggota badan adalah tentaranya.

Khusyu' juga menjadi bukti keikhlasan. Karena hanya mereka yang ikhlas ibadah karena Allah dan sholat karenaNya yang dapat melakukan khusyu' secara sempurna. Tanpa keikhlasan, maka seseorang hanya melakukan kekhusyu'an palsu atau yang sering disebut kekhusyu'an dusta.

Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung dengan khusyu dalam shalat. Sehingga Amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT, terhapus dosa-dosa kita, dan segala perilaku dan ucapan kita terjaga dari kemungkaran dan kefasikan.

Penulis: Ust. Abu Syauqie Al Mujaddid

Apakah dosa Zina diampuni?

Apakah dosa Zina diampuni?

Assalamu’alaikum ustadz, saya ingin bertanya: 
 
1. Apakah dosa berzina itu diampuni?
2. Apakah dengan pembersihan diri ke jalan yang benar dan bertaubat dengan sungguh2 (amal sholeh, dhuha, tahajud, lima waktu dan bahkan iktikaf) dengan tujuan memohon ampun akan diterima?

Karena demi Allah saya benar-benar menyesali semuanya dikarenakan kelalaian akibat kurangnya ilmu agama waktu kecil dan saya takut semua pertaubatan itu tidak diterima. jadi kalo saya tahajud sering menangis karena ketakutan saya akan MURKA-NYA dan juga akan AZAB-NYA kelak..
Matur nuwun, sekali lagi terima kasih buat tambahan ilmunya. Wassalam

Yud*****@yahoo.com

Jawaban

Wasslamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Saudaraku yang dirahmati Allah Subhanahuwata’ala.
Ketahuilah bahwa perbuatan zina termasuk dosa yang dapat diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, berdasarkan firman-Nya dalam Surat An-Nisaa’, ayat ke-48 dan ke-116:
إِنَّ اللهَ لاَيَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَادُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَآءُ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya…”
 

Ayat diatas menerangkan bahwa dosa-dosa apapun yang telah diperbuat entah itu dosa kecil atau dosa besar selama hal itu tidak menyekutukan-Nya, maka jika sang pelaku tersebut bertaubat dengan taubatan nasuha, niscaya akan diampuni oleh Allah Subhanahuwata’ala.

Selanjutnya jika orang yang telah terjerumus ke dalam perbuatan tercela ini jika dia bertaubat dengan taubatan nasuha, taubat yang benar yang diiringi dengan perbaikan diri dengan beramal shalih dengan berbagai macamnya, menyesalinya dan tidak ingin kembali melakukannya maka taubatnya ini akan dapat menghapuskan dosa atas idzin Allah. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW:
“التائب من الذنب كمن لا ذنب له”.
“Orang yang bertaubat dari perbuatan dosa seperti orang yang tidak memiliki dosa”. (HR. Ibnu Majah)

Allah Subhanahuwata’al juga berfirman dalam ayat lain:

“إلا من تاب وءامن وعمل عملا صالحا فأولئك يبدل الله سيئاتهم حسنات وكان الله غفورا رحيما. ومن تاب وعمل صالحا فإنه يتوب إلى الله متابا”.

“Kecuali orang-orang yang bertaubat dan beriman dan mengerjakan amal shalih; maka mereka itulah yang kejahatannya diganti Allah dengan kabaikan, dan Allah maha Pengampun lagi maha Penyayang. Dan barang siapa bertaubat dan beramal shalih maka seseungguhnya dia telah bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya “. (QS. Al-Furqan: 70-71)

Terakhir ketika dia sudah bertaubat dengan taubat yang sebenar-benarnya (taubatan Nasuha), maka dia juga harus menutupi dan jangan mengumbar atau berbangga diri dengan perbuatan hina tersebut. Cukuplah dia tutupi aibnya ini dan Allah akan menutupi aibnya tersebut.

Semoga Allah subhanahuwata’ala senantiasa menunjukkan kita kepada jalan yang diridhoi-Nya.

Dijawab oleh: Tim Solusi Islam