Bagi klub-klub kecil, akademi
sepakbola adalah penyambung nyawa mereka. Dengan minimnya dana untuk
transfer pemain, lulusan akademi adalah satu-satunya penyuplai pemain
paling bisa diandalkan. Jika pemain yang dididik punya bakat besar, klub
kecil bisa mendapat keuntungan besar dengan menjualnya ke klub yang
lebih besar.
Dengan
semakin tingginya harga pemain-pemain bagus, banyak klub yang mulai
memanfaatkan pemain muda dari akademi mereka. Beberapa berhasil
menjalankan strategi ini dengan sukses, sebagian lagi tak begitu
beruntung. Bagi negara, kehadiran akademi berarti memastikan pembinaan
usia muda masih terus berlanjut. Dengan demikian, otomatis suplai pemain
yang bisa memperkuat timnas juga tak akan habis.
Berikut
adalah deretan akademi sepakbola yang konsisten menghasilkan
bakat-bakat besar. Ukuran keberhasilan di sini adalah kemampuan
menghasilkan pemain-pemain kelas atas plus pengelolaan yang
berkelanjutan.
Ada
banyak akademi klub yang menghasilkan pemain-pemain hebat . Ada Banyak
akademi bagus yang tidak tercakup di sini seperti akademi Bayern Munich,
Dortmund, Internazionale, Clairefontaine, Baskonia dan lain-lain.
1. Santos
Santos
adalah salah satu kekuatan terbesar di Amerika Selatan. Akademi Santos
memiliki kebiasaan untuk mengorbitkan pemain-pemain berkualitas dunia.
Seperti
halnya klub-klub Brasil yang lain, Santos juga menjadi penyuplai pemain
hebat bagi klub-klub besar Eropa. Meski selalu ditinggal para
bintangnya, Santos seperti tak pernah berhenti mendapatkan pemain muda
baru kaya potensi.
Alumni: Pele, Pita, Juary, Robinho, Leo, Giovani, Ganso, Neymar.
2.The Academy of Football
West
Ham cenderung sering terlupakan ketika berbicara mengenai pengembangan
pemain muda. Alasannya jelas, Para pemain binaan West Ham banyak direbut
klub-klub besar ketika mulai menunjukkan bakatnya.
Sejak
didirikan pada dekade 50-an oleh manajer Ted Fenton, The Academy telah
berhasil menelorkan banyak pemain muda berkualitas di Inggris.
Alumni: Rio Ferdinand, Frank Lampard, Michael Carrick, Joe Cole, Glen Johnson, Jermain Defoe.
3. La Masia
Sudah
tak perlu diragukan lagi, La Masia adalah akademi sepakbola terbaik
saat ini. Sebagai penyuplai pemain bagi Barcelona FC, La Masia mampu
menjalankan tugasnya dengan baik. Bukti yang paling jelas adalah ketika
pada 2010, tiga finalis Ballon d'Or berasal dari La Masia: Messi,
Iniesta dan Xavi.
Selain
hebat dalam mengembangkan bakat pemain, La Masia juga punya kebijakan
bagus soal pendidikan pesertanya. Banyak akademi yang mengharuskan para
pesertanya untuk berhenti sekolah pada usia 15 tahun agar fokus ke
sepakbola. Di La Masia, para peserta diwajibkan mengikuti pendidikan
dengan baik. Akan ada 'penalti' jika mendapatkan nilai bagus di bidang
akademik.
Alumni: Josep Guardiola, Xavi, Iniesta, Messi, Pedro, Puyol, Pique, Fabregas, Arteta, Thiago Alcantara, Cuenca.
4. Calissta
Real
Madrid memiliki salah satu akademi terbaik di dunia. Lulusan Akademi
Madrid sebenarnya memiliki kualitas yang bagus, namun mereka jarang
mendapat tempat di tim utama Los Blancos.
Kebijakan
Real Madrid yang lebih memercayai pemain bintang hasil pembelian dari
klub lain membuat peluang pemain lulusan Castilla untuk memperkuat tim
utama menjadi sangat kecil. Tetapi dari sisi kualitas pemain lulusan
Castilla sebenarnya bisa disandingkan dengan akademi terbaik dunia
lainnya.
Alumni:
Arbeloa, Rafa Benitez, Butragueno, Casillas, Cambiasso, Santiago
Canizares, Guti, Javi Garcia, Juan Mata, Raul, Soldado.
5. El Semillero
Nama
Argentinos Junior mungkin tak banyak anda dengar, atau malah belum
pernah anda dengar sama sekali. Tetapi klub kecil asal Argentina ini
memiliki tradisi menghasilkan bakat-bakat besar sepakbola.
Akademi
El Semillero memiliki reputasi yang bagus dalam hal pembinaan pemain
muda. Sayang, ketika sudah 'jadi', para pemain itu banyak yang pindah ke
klub sekota Argentinos Juniors, River Plate dan Boca Juniors.
Alumni: Diego Maradona, Juan Riquelme, Cambiasso, Coloccini, Sergio Batista, Fernando Redondo, Juan Pablo SorinJose Pekerman.
6.Gremio
Gremio
adalah klub besar Brasil yang punya tradisi menghasilkan talenta kelas
dunia. Secara umum, klub-klub Brasil memang ahlinya dalam mengembangkan
pemain muda menjadi pemain besar berprestasi.
Namun
Gremio menonjol karena telah diakui secara resmi sebagai klub yang
memiliki akademi terbaik di Brasil. Pengakuan ini pun datangnya dari CBF
(Federasi Sepakbola Brasil).
Alumni: Ronaldinho, Anderson, Lucas Leiva, Eduardo Costa, Lucio, Emerson, Gerson, Ailton.
7. Manchester United Academy
Akademi
milik Manchester United kini telah memiliki tradisi untuk menelorkan
pemain-pemain hebat kelas atas. Sebagian besar kesuksesan akademi ini
diprakarsai oleh Sir Alex Ferguson. Sejak menangani United, Sir Alex
sangat memercayai bakat muda klubnya.
Kepercayaan
itu terbayar tuntas ketika Class of '92 menjadi pilar utama United
ketika meraih treble winners pada 2009. Kemampuan Fergie
mengkombinasikan pemain lulusan akademi dengan pemain hasil transfer
telah memberikan kesuksesan besar bagi Setan Merah.
Alumni: Charlton, Hughes, Beckham, Giggs, Scholes, Neville bersaudara, Nicky Butt, Cleverley.
8. Arsenal Academy
Arsenal
Academy mungkin lebih dikenal karena bisa mengembangkan bakat pemain
muda yang mereka dapat dari klub lain. Dengan dipimpin Arsene Wenger,
Arsenal Academy bisa menyuplai kebutuhan pemain-pemain kelas atas yang
dibutuhkan The Gunners.
Arsenal
Academy dikenal lebih mementingkan kualitas ketimbang kuantitas.
Hasilnya memang membuktikan bhawa lulusan mereka banyak yang mampu
berprestasi. Sayang sekali Arsenal juga hobi menjual pemain-pemain
terbaik mereka.
Alumni : Ashley Cole, Gael Clichy, Jack Wilshere, Alex Song, Nickals Bendtner, Ray Parlour, Paul Merson, Tony Adams.
9. Sporting Academy Alochete
Jika
melihat beberapa pemain terbaik Portugal, baik di masa lalu hingga saat
ini, banyak di antara mereka yang berasal dari Sporting PUMA Academy.
Akademi
milik Sporting CP ini terletak di daerah bernama Alochete. Andai bisa
mempertahankan pemain-pemain terbaiknya, tak msutahil Sporting akan
mampu berbicara banyak, tak hanya di tingkat nasional, tapi juga Eropa.
Alumni: Cristiano Ronaldo, Quaresma, Nani, Moutinho, Luis Figo, Simao, Miguel Veloso, Nuno Valente.
10. De Toekomst
Ajax
pernah merajai Eropa dengan pemain-pemain berbakat yang mereka
hasilkan. Tetapi di era modern, Ajax memiliki kesulitan untuk
mempertahankan para pemain berbakat yang mereka kembangkan.
Akademi
De Toekomst (yang berarti Masa Depan) telah menghasilkan banyak pemain
hebat yang menghiasi lapangan hijau dunia. De Toekomst punya dasar
sepakbola khas Belanda; Total Football.
Alumni: Johann Cruyff, Wesley Sneijder, Van der Vaart, Suarez, Van der Sar, Vermaelen, Bergkamp, Vertonghen.


























0 komentar:
Posting Komentar