Subhanallah, Pria Ini Memiliki Janin Diperutnya,
Kasus seorang laki-laki memiliki janin dalam perutnya jarang sekali
terjadi, bagaimana mungkin seorang laki-laki akan melahirkan bayi. Kasus
laki-laki melahirkan janin terjadi di Kabupaten Cirebon seperti
ditangani Rumah Sakit Umum Daerah Arjawinangun, pada seorang pria yang
namanya dirahasiakan.
Pria yang kemudian dikenal Tuan D (41), asal Desa Pegagan Lor, Kecamatan
Kapetakan, Kabupaten Cirebon, tersebut datang ke rumah sakit dengan
kondisi benjolan di perut layaknya hamil .
Berdasarkan keterangan Dokter Ahli Bedah RSUD Arjawinangun Herry Setya
Yudha Utama dalam blognya, di dunia kedokteran kasus itu disebut Fetus
In Fetu (FIF) yang dikenal langka.
Menurut catatan Herry, Tuan D datang dengan keluhan benjolan pada perut
sebelah kiri. Benjolan itu menurut pengakuan pasien sebagaimana dikutip
dalam blog Herry sudah dirasakan selama puluhan tahun.
Bahkan belakangan terasa nyeri dan semakin membesar dalam lima tahun
terakhir. Benjolan yang semakin ke arah atas tersebut, diakui pasien
membuatnya sesak napas.
Masih menurut pasien, benjolan itu sebelumnya tidak dirasakan ketika
kecil. Selain keluhan nyeri dan benjolan membesar, pasien pun menyangkal
mengalami mual, muntah, perut kembung, maupun tidak bisa Buang Air
Besar.
Atas dasar itu, Tuan D kemudian menjalani operasi. Berdasarkan diagnosa
awal, sejauh ini Tuan D menderita Tumor Intra Abdomen (Teratoma). Tim
dokter kemudian melakukan laparotomi dan menemukan selaput berisi
jaringan yang hancur karena diduga berada di dalam selama sekira 41
tahun.
Keberadaan janin pada Tuan D diperkuat dengan temuan selanjutnya dalam
operasi tersebut. "Juga terdapat rambut dan serpihan kecil tulang dan
terdapat jaringan utuh berbentuk seperti kaki," terang Herry dalam salah
satu bagian blognya, Kamis (24/11/2011).
Dia memaparkan, FIF merupakan masa fetiform yang masuk ke dalam tubuh
janin. Terjadi karena, embrio tingkat awal. Seperti individu kembar yang
berkembang tidak seimbang, satu tumbuh normal sedangkan lainnya tidak
utuh.
FIF merupakan tumor monozigot parasit. Terutama ditemukan pada neonatus
dan anak-anak dengan 89% kasus, yang terjadi sebelum usia 18 bulan dan
hanya tiga kasus yang dilaporkan setelah usia 15 tahun.
Dalam hal ini, perut dan retroperitoneum merupakan lokasi utama
terjadinya FIF. Namun, FIF bisa juga melibatkan bagian anatomi lain
seperti, mediastinum, panggul, skrotum, sacrococcygeal, leher, dan
tengkorak.
Pada kasus Tuan D, FIF terdapat di perut slayaknya wanita hamil.
Dalam dunia kedokteran, kasus Tuan D bukanlah yang pertama karena telah
terjadi sembilan kasus lain sebelumnya seperti di China, Mesir, Meksiko,
Pakistan, bahkan Indonesia.
"FIF diperkirakan terjadi sekali dalam 500.000 kelahiran. Pada banyak
kasus, FIF ditemukan pada anak-anak, jarang pada orang dewasa muda,"
ungkap dia lagi.
Terpisah, Wakil Direktur Pelayanan Medis Ahmad Qoyyim membenarkan adanya
operasi terhadap seorang pria berusia 41 tahun asal Kecamatan
Kapetakan. Namun, pihaknya enggan memberi komentar lebih jauh.
"Lebih jelasnya ke dokter yang bersangkutan, tapi operasi itu memang
benar dan kami juga masih menyimpan jaringan yang diduga janin tersebut
dan mengawetkannya untuk kepentingan ilmu pengetahuan," tutur dia.
Dia menambahkan, operasi berjalan lancar dan pihaknya memperoleh laporan
Tuan D tidak lagi mengalami nyeri di bagian perut. Sementara itu, pihak
rumah sakit masih merahasiakan identitas asli Tuan D demi kepentingan
etika.

















0 komentar:
Posting Komentar